January 25, 2022

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Vaksinasi Untuk Mencapai Herd Immunity Dan Mencegah Penyebaran Varian Baru Omicron

Jakarta — Pakar penyakit pernapasan di China, Prof Zhong Nanshan, meyakini vaksin Covid-19 yang ada saat ini masih mampu mengatasi varian omicron. Varian baru itu telah ditetapkan sebagai “variant of concern” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Vaksinasi tentu saja masih menjadi cara yang efektif untuk varian virus itu,” kata Zhong, seperti dikutip media China, Sabtu.

Meskipun tidak banyak mendapatkan informasi, Zhong mengingatkan masyarakat global untuk mewaspadai risiko varian omicron. Varian baru itu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan pengendalian pandemi karena penularannya juga masif, seperti disampaikan WHO.

Sementara itu, varian omicron diketahui memiliki banyak mutasi pada bagian spike protein-nya. Ahli menilai, mutasi membuat varian ini lebih mudah menginfeksi orang yang sudah divaksinasi dan berpotensi menurunkan proteksi vaksin hingga 40 persen.

Varian omicron merupakan varian yang paling berkembang dengan total 50 mutasi. Sebanyak 32 mutasi di antaranya dinilai mengkhawatirkan. Beberapa ahli membandingkan varian omicron dengan varian beta yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada akhir 2020. Varian beta diketahui dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19 sebanyak 30-40 persen.

Disisi lain, melalui herd immunity, individu bukan hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga turut terporteksinya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Persentase orang yang perlu kebal untuk mencapai herd immunity ini bervariasi untuk setiap penyakit, tulis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Misalnya, herd immunity terhadap campak membutuhkan sekitar 95 persen populasi untuk divaksinasi. Lima persen sisanya akan dilindungi oleh fakta bahwa campak tidak akan menyebar di antara mereka yang divaksinasi. Untuk polio, ambang batasnya sekitar 80 persen.

Namun, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menargetkan herd immunity di Indonesia bisa tercapai apabila 70 persen populasi sudah ikut vaksinasi COVID-19.

“Jadi kalau jumlah vaksinnya kita bisa mencapai 70 persen dari 363 juta. Karena kita butuhnya 363 juta dosis suntikan, 363 juta kali 70 itu sekitar 260-270 juta dosis vaksin itu mungkin baru akan bisa dicapai di bulan Oktober. Jadi, di bulan Oktober kita baru di jumlah available, di kita sejumlah 70 persen dari 181,5 juta orang,” kata Menkes.

Presiden Joko Widodo sendiri mengungkapkan target herd immunity di Indonesia dapat tercapai pada Desember 2021. (*)