October 28, 2021

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Proyeksi IMF, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun ini 3,9 Persen

PortalNawacita – International Monetary Fund (IMF) dalam rilis yang diterbitkan Juli 2021 yang lalu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 3,9 persen sepanjang tahun ini.

Proyeksi ini menurun dibandingkan rilis IMF pada April 2021, yang memprediksi ekonomi mampu tumbuh di angka 4,3 persen.

Angka 3,9% itu tidak berbeda jauh dengan target Pemerintah Indonesia sebagaimana diungkapkan oleh Menko Perkonomian Airlangga Hartarto, awal Juli 2021 lalu.

Airlangga menjelaskan saat ini pertumbuhan ekonomi terganggu karena adanya peningkatan infeksi virus COVID-19 strain delta. Karena itu,  pemerintah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi hanya 3,7-4,5%.

“Dengan skenario tersebut maka range pertumbuhan ekonomi kita itu berada di antara 3,7 sampai dengan 4,5%, itu tergantung daripada kondisi penanganan daripada strain delta ini,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021). 

Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, sangat wajar IMF menurunkan proyeksi ekonomi nasional Indonesia. Hal tersebut berkenaan dengan kondisi pandemi dengan dampak yang dibawa bagi ekonomi.

CORE sendiri memiliki proyeksi untuk tahun 2021 berada di bawah proyeksi IMF yaitu 2,5% sampai 3,5%.

“Ini sudah dinilai sangat optimistic. Karena kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan 2, 3 dan 4 masih akan positif walaupun dihantam second wave. Tetapi secara full year tidak akan lebih dari 3.5%,” ujarnya.

Senada dengan itu, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, proyeksi IMF hampir mustahil dapat dicapai oleh pemerintah. Apalagi di tengah PPKM yang dinilainya berpengaruh pada tingkat konsumsi rumah tangga dan faktor lain.

“Saya rasa hampir mustahil. Perkiraan ini (IMF 3,9%) masih terlalu tinggi. IMF sudah seringkali revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke bawah, artinya perkiraannya sering kali meleset jauh,” kata Anthony.

“Jadi, proyeksi IMF sudah tidak ada artinya lagi, tidak bisa dijadikan pegangan. Sangat amatir sekali,” sambungnya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dibuat PEPS justru diperkirakan hanya menyentuh 1,2% untuk tahun 2021. “Ya saya perkirakan -1% hingga +1,2%,” pungkasnya.[*]