Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

People Power 10 Agustus: Pembajak Ideologi Bangsa

Meskipun pemilu dan pilpres masih 2024, namun panggung politik Indonesia sedang menghangat. Keriuhan pesta demokrasi sudah mulai terasa sejak sekarang. Hal itu misalnya tampak dari munculnya narasi people power.

Narasi people power yang ditunggangi oleh kelompok tertentu dengan framing pemakzulan merupakan bentuk makar tersembunyi dengan mengatasnamakan rakyat. Apalagi, narasi ini kerap ditunggangi politik identitas demi kepentingan kelompok tersebut.

Salah satu provokator people power, Amin Rais, pendiri partai Ummat. Dia memang tidak henti-hentinya menyerang pemerintahan saat ini. Pada akhirnya mengeluarkan nararasi people power yang diaminkan juga kelompok pengusung ideologi Khilafah.

Padahal hingga saat ini pemerintahan Joko Widodo berjalan baik dan sah. Karena itu sudah sewajarnya generasi muda mengapresiasi dan tidak mudah terprovokasi terhadap ajakan ilegal yang bermuara pada pemakzulan pemerintah ini.

Jika diteliti lebih dalam lagi, sebenarnya istilah people power ini bukanlah istilah baru. Tapi contoh yang terkenal adalah people power di Filipina saat rakyat melawan Presiden Ferdinand Marcos, yang telah berkuasa selama 20 tahun. Protes itu dipimpin oleh Corazon Aquino, istri pemimpin oposisi, Benigno Aquino Jr. People power dikenang sebagai perlawanan damai yang ditandai dengan demonstrasi di jalanan setiap hari, terutama di Epifanio de los Santos Avenue.

Akan tetapi keadaan Indonesia tidak bisa disamakan dengan Filipina pada saat itu. Indonesia saat ini sedang aman dan nyaman. Negara ini semakin hari semakin berkembang pesat mengikuti kemajuan zaman. Jika ada keadaan yang tidak menguntungkan sebagian pihak, itu wajar, karena masih proses untuk meratakan keadilan sosial semuanya. 

Pada intinya, yang terpenting adalah bagaimana bisa menjaga idiologi pancasila negara ini untuk tidak digoyah oleh siapapun. Karena rusaknya idiologi bangsa ini akan menjadi penanda kehancuran tanah air tercinta ini.

*)Renaldi Agus (Ketua Himpunan Mahasiswa Lampung)