Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Pengakuan Eks Anggota KNPB Maybrat yang Kembali ke NKRI: Kami Memikirkan Anak Istri

Dandrem 181/ PVT Sorong bersama Ketua DPRD Maybrat Menyaksikan  Penadatanganan berita acara
Dandrem 181/ PVT Sorong bersama Ketua DPRD Maybrat Menyaksikan Penadatanganan berita acara

Manokwari – Salah satu eks anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Maybrat, Papua Barat menjelaskan alasannya keluar dari KNPB dan kembali pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selama menjadi anggota KNPB, dia harus bergerilya di hutan untuk menghindari kejaran aparat.

Sehingga nasib anak dan istri mereka tidak ada kejelasan.

“Saya dan teman-teman keluar dari KNPB karena kami memikirkan nasib anak istri,” kata Yohanes Muuk yang sebelumnya menjadi Sekretaris KNPB Sektor Tinggimana di Korem 181/Praja Vira Tama, Selasa (23/5/2023), seperti dikutip dari Tribun Sorong.

Menurutnya, selama hidup bergerilya di hutan, Yohanes Muuk dan teman-temannya merasa takut, terteror, dan tidak bebas.

Sebagai seorang suami dan ayah, Yohanes tidak ingin nasib anak dan istrinya tidak jelas.

“Kami keluar dari KNPB karena mau dukung pemerintah bangun daerah dan istri kami bisa dapat layanan dasar,” katanya.

Dia berharap setelah keputusan itu, kehidupannya pun berubah menjadi lebih baik.

“Saya berharap dengan kembalinya ke NKRI bisa hidup aman dan nyaman bersama keluarga di Maybrat,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 10 anggota dan tiga pimpinan KNPB Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya menyatakan bergabung kembali dengan NKRI.

Mereka mendatangi Korem dan diterima langsung oleh Danrem 181/Praja Vira Tama (PVT) Sorong, Papua Barat Daya.

“Jadi mereka ini datang dengan kerendahan hati. Mereka datang dengan kesadaran diri. Ada tiga sektor yaitu sektor Aimas, sektor Tikimana Aifat Timur Jauh dan sektor Siwa Aifat Timur,” kata Komandan Korem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan di Makorem, Senin (23/5/2023).

Juniras menjelaskan, mereka keluar ingin membangun negeri bersama Pemda.

“Mereka sadar selama ini tergabung dalam organisasi terlarang dan menghambat pembangunan di Maybrat,” kata dia.