October 28, 2021

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Penanganan Covid-19 di Indonesia Terbaik se Asia Tenggara

Jakarta – Indonesia menempati posisi teratas se-Asia Tenggara (ASEAN) dalam pemulihan Covid-19 menurut Indeks Nikkei edisi terbaru. Melansir Nikkei Asia pada Rabu (6/10/2021), peringkat Indonesia naik ke posisi 54, melompat 38 tingkat dari sebelumnya di urutan 92 dari 121 negara.

Pertama kali diterbitkan pada Juli 2020, peringkat pemulihan Covid-19 menurut Indeks Nikkei menilai negara dan wilayah dalam manajemen infeksi Covid-19, peluncuran vaksin Covid-19, dan mobilitas sosial.

Semakin tinggi peringkatnya, semakin dekat suatu tempat dalam proses pemulihan. Itu dilihat dari tingkat infeksi yang rendah, tingkat inokulasi yang lebih tinggi, dan langkah-langkah jarak sosial yang longgar.

Dalam laporan terbaru Indeks Pemulihan Covid-19 Nikkei, Beberapa negara Asia Tenggara juga memperbaiki peringkatnya, dengan penurunan kasus dan vaksinasi yang berkembang pesat. Selain Indonesia, Malaysia naik ke peringkat 102 dari peringkat 115.

Namun, dua tempat terakhir masih ditempati oleh negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yakni Filipina dan Laos. Sedangkan Vietnam berada di urutan keempat dari bawah.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan penanganan Covid-19 di Indonesia diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) sedikit lebih baik dibanding negara lain seperti Malaysia, Filpina, dan Vietnam.

“Oleh karena, menggunakan masker itu menjadi wajib karena (memakai masker) bisa memotong (penyebaran) Covid-19. Jika kendor maka saya khawatir (penyebaran Covid-19 melonjak) karena Covid-19 adalah musuh tidak terlihat dan bisa bermutasi,” katanya.

Menko Perekonomian mengingatkan masyarakat tidak perlu euforia dalam menyikapi melandainya kasus Covid-19 namun harus tetap waspada atau “eling” terus sebagai kunci untuk menangani penyakit itu. “Bapak Presiden selalu bilang (pada masyarakat) jangan euforia tetapi harus waspada,” kata Airlangga. (*)