Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Memilih Pemimpin Harus FAST

Hari pemilihan umum sudah semakin dekat. Jadwal kampanye tinggal beberapa hari saja. Tentu Anda sama dengan saya: Sudah mulai menentukan siapa yang akan dipilih sebagai pemimpin lima tahun mendatang.

Saya merasa gembira karena anak sulung saya yang baru ikut pemilu perdana mau bertanya: Bagaimana kriteria calon presiden dan wakil presiden yang harus dipilih pada pemilu 2024?

Awalnya saya agak kaget. Anak saya ternyata memilih figur capres/cawapres yang berbeda dengan saya. Ia cenderung mengikuti pilihan mertua saya yang asli Baros, Serang, pengagum Bung Karno.

Tapi saya tidak mempermasalahkan anggota keluarga yang berbeda pilihan. Selama empat kali mengikuti pemilu sejak menikah, saya selalu berbeda pilihan dengan istri saya. Pilihannya dua kali menang, dua kali kalah. Pilihan saya empat kali kalah melulu.

Sambil menikmati suara hujan pagi ini, saya habiskan waktu untuk membaca beberapa artikel tentang kepemimpinan. Ada satu tulisan tentang leadership yang menurut saya menarik: Kriteria pemimpin menurut Islam.

Ternyata kriterianya sederhana: Ada empat kriteria yang disingkat FAST (fathonah, amanah, sidik dan tablig). Meski bersumber dari ajaran Islam, kriteria tersebut sifatnya universal. Untuk semua urusan kepemimpinan bisa digunakan.

Saya coba buang jauh-jauh emosi jiwa. Saya berusaha memberi skor secara objektif dengan menghubungkan pada rekam jejak yang terjadi selama masa kampanye dan etika masing-masing tokoh sepanjang yang saya ketahui. Skor saya batasi dari 50 – 90 untuk setiap kriteria.

Anda pun bisa mencoba rumus itu untuk menguji apakah calon presiden/wakil presiden yang sekarang sudah digadang-gadang merupakan pilihan yang tepat. Semoga berguna.

*) Darmansyah, Jurnalis Senior dan Pengamat Medsos