December 3, 2021

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

KPK Hebat Tanpa NB

Jakarta – Komisi III DPR menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah membuktikan kinerjanya dengan penangkapan sejumlah koruptor dan pengembalian aset negara yang tidak kecil.
“KPK sebenarnya sudah membuktikan kinerja mereka dengan sangat baik akhir-akhir ini, terlihat dari kebijakan mereka yang berani dan tegas dalam meringkus koruptor,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Meski tanpa Novel Baswedan Cs yang diberhentikan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), petugas KPK menunjukan taji dengan sudah berkali-kali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Lagi-lagi penyidik KPK melakukan OTT kepada bupati yang kebetulan seorang wanita. Kali ini Bupati Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, bernama Andi Merya Nur.
Andi merupakan bupati wanita kedua yang ditahan KPK setelah tidak ada lagi penyidik senior, Novel Baswedan, di lembaga anti rasuah tersebut.

Selain itu, dua bupati terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu yang berdekatan. Lembaga antirasuah itu berhasil menangkap 2 kepala daerah maupun pihak swasta yang terlibat transaksi suap bernilai miliaran rupiah tersebut. Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin dan lima aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba, Sumatera Selatan, ditangkap dalam OTT.

Oleh karena itu, Sahroni berharap agar KPK tidak terpecah fokusnya atas hasil survei-survei yang ada. Akan lebih baik jika KPK lebih baik terus fokus dalam memberantas korupsi dan menyelamatkan uang negara sebanyak-banyaknya.
“Menurut saya, KPK tidak perlu terlalu terbawa persepsi publik yang memecah konsentrasi. Fokus saja memberantas korupsi. Mari buktikan dengan kinerja, karena itu tujuan utama,” ujarnya

Dia meyakini KPK dapat mematahkan isu kepercayaan publik atas kinerjanya dengan prestasi-prestasi KPK di masa depan. Dan kekhawatiran dan persepsi negatif dari publik dalam iklim demokrasi itu hal yang wajar. Apalagi untuk menerima perubahan besar yang dilakukan KPK sekarang.

“Tentu tidak mudah, pasti ada pro dan kontra. Namun anggap saja hal ini menjadi pemicu KPK untuk bekerja lebih baik lagi, dan jadikan peningkatan prestasi ke depan sebagai fokus utama, karena banyak harapan publik ditaruh di punggung KPK,” ucapnya. (*)