December 3, 2021

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo Dalam 2 Tahun Terakhir Sudah Tepat

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ada enam poin yang menjadi fokus pemerintah dalam menyusun kebijakan fiskal 2022 yang akan dilakukan secara ekspansif demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang terimbas dampak pandemi.

Menurutnya, kebijakan fiskal itu dapat menyehatkan setiap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus menjadikannya tepat sasaran untuk penyelenggaraan tahun depan.

“Konsolidatif untuk menyehatkan APBN dengan penguatan reformasi struktural,” ujar Jokowi dalam kegiatan Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 pada Senin (16/8) yang lalu.

Keenam hal itu antara lain, melanjutkan upaya pengendalian Covid-19 melalui serangkaian kebijakan dengan memprioritaskan aspek kesehatan. Kedua, melanjutkan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. Sehingga, masyarakat kelompok tersebut dapat bertahan dari berbagai dampak pandemi.

Ketiga, memperkuat peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai kegiatan pelatihan oleh seluruh pemangku kepentingan terkait. Dengan begitu, Jokowi berharap kualitas SDM dalam negeri akan mampu bersaing dengan SDM luar negeri.

“Memperkuat agenda peningkatan SDM yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing,” kata Jokowi.

Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah, juga meningkatkan adaptasi teknologi. Kelima, memperkuat desentralisasi fiskal untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan antardaerah sehingga anggaran APBN dapat berdampak positif di seluruh daerah.

Terakhir, melanjutkan reformasi penganggaran dengan berbasis zero based budgeting yang bertujuan mendorong sinergi antar pusat dan daerah dalam menyusun berbagai kebijakan penyelenggaraan utama. Jokowi menyatakan, fokus utamanya adalah prioritas berbasis hasil terhadap berbagai potensi ketidakpastian.

“Melanjutkan reformasi penganggaran dengan zero-based budgeting untuk mendorong belanja lebih efisien,” kata Jokowi.

Melalui berbagai fokus di atas, Jokowi menyebut pemerintah memerlukan alokasi APBN 2022 sebesar Rp2,708 triliun yang meliputi belanja pemerintah pusat Rp1,938 triliun dan transfer ke daerah mencapai Rp770,4 triliun. (*)