; Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global - Portal Nawacita
December 6, 2023

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia 2023 lebih tinggi dari prakiraan semula, yakni mencapai 2,7% yoy. Hal ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi negara berkembang yang lebih kuat, seperti Tiongkok dan India. 

“Ekonomi Tiongkok tumbuh lebih baik didorong oleh pembukaan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Prospek ekonomi India juga meningkat didukung oleh permintaan domestik yang kuat,” ujar Perry dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (25/5).

Sementara itu, Perry mengungkapkan pemulihan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat (AS) tertahan sejalan dengan dampak kebijakan moneter ketat dan peningkatan risiko stabilitas sistem keuangan (SSK).

Terkait penurunan inflasi global, Perry memperkirakan akan terus berlanjut terutama dipengaruhi oleh proses disinflasi negara berkembang yang lebih cepat. Sedangkan penurunan inflasi negara maju lebih lambat akibat pasar tenaga kerja yang ketat. 

Selain itu, ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dipengaruhi oleh dampak risiko SSK di negara maju dan juga ketidakpastian penyelesaian permasalahan government debt ceiling di AS.

“Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global tersebut, aliran masuk modal asing ke negara berkembang justru berlanjut seiring dengan kondisi dan prospek perekonomiannya lebih baik,” kata Perry.

Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap kuat. BI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2023 sebesar 5,03% yoy, sedikit meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,01% yoy.

Menurutnya, perkembangan positif ini didorong oleh tingginya ekspor dan meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah yang meningkat serta investasi nonbangunan yang baik.

“Pertumbuhan ekonomi juga didukung kinerja yang baik di seluruh Lapangan Usaha (LU), dengan kontribusi yang besar tercatat pada LU industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta transportasi dan pergudangan,” jelas Perry.

Secara spasial, lanutnya, pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi tetap membaik pada triwulan II 2023, sebagaimana tercermin pada pertumbuhan positif penjualan eceran, ekspansi Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, dan kenaikan keyakinan konsumen. Kinerja ekspor pada April 2023 juga kuat di tengah membaiknya perekonomian global.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap dalam kisaran 4,5 % – 5,3%,” pungkasnya.