October 24, 2020

Portal Nawacita

Bersatu Kita Maju

ilustrasi - tirto.id

Demo Tolak Omnibus Law, Ancaman Covid-19 dan Hambatan PEN

PortalNawacita – Serangkaian aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja masih terus berlangsung di beberapa daerah. Pemerintah khawatir aksi-aksi dengan kerumunan orang banyak itu akan menjadi klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Jika jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 terus bertambah, maka program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang gencar dilakukan Pemerintah saat ini tentu akan terhambat.

Kekhawatiran ini diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pekan lalu.

“Jumlah mereka yang terpapar Covid-19 meningkat, ya tentunya akan berakibat juga pada pemulihan ekonomi,” ujar Airlangga.

Airlangga menyebutkan saat ini masih dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab itu, Pemerintah sudah meminta petugas untuk menindak para pendemo sesuai dengan aturan (PSBB).

Karena itu, kepada para pelaku demonstrasi yang hasrat untuk turun ke jalan sudah tak terbendung lagi, kita sebagai bangsa hanya bisa urut dada. Di satu sisi, demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi adalah hak demokrasi setiap warga negara, namun di sisi lain kita juga prihatin atas sejumlah aksi demonstrasi yang berakhir anarkistis.

Para pendemo dipastikan abai menjalankan anjuran menerapkan protokol kesehatan, karena tidak mungkin ada aksi demonstrasi tanpa kerumunan orang.

Semoga situasi ini cepat berlalu. Pemerintah sudah membuka pintu selebar-lebarnya untuk mengokodasi semua aspirasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan buruh melalui regulasi-regulasi turunan atau aturan-aturan implementatif dari UU Cipta Kerja. Semoga.[*]